SEJARAH PUI GEMAR
Indonesia merupakan negara kepulauan yang diberkahi kekayaan alam yang sangat melimpah. Dengan 17.000 pulau yang berjajar di lintasan garis khatulistiwa, negeri ini menyimpan keragaman kekayaan yang tidak terhingga salah satunya adalah keragaman geologi. Proses tektonik masa lampau pada Indonesia menghasilkan fenomena fenomena geologi yang unik pada saat ini di berbagai daerah di Indonesia. Keragaman geologi yang dikandungnya membuat Indonesia dijuluki sebagai laboratorium geologi. Kendati demikian kekayaan alam tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satunya terdapat di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi yaitu Geoheritage Merangin.
Geoheritage Merangin berdasarkan tiga komponen utama yaitu Geodiversity, Biodiversity, dan Cultural-nya membuat daerah ini layak menjadi pusat pengembangan riset secara akademik maupun pengembangan pariwisata minat khusus dengan memanfaatkan potensi yang telah ada menjadi Geowisata. Maka menarik untuk mengintegrasikan tiga komponen tesebut dalam satu kawasan menjadi pusat edukasi dan wisata. Karena prinsip dasar dari geowisata adalah 5 menyelaraskan pertumbuhan ekonomi berbasis konservasi dan proteksi lingkungan dengan kearifan budaya lokal.
Fenomena keragaman Geologi yang ada di Batang Merangin mencakup fenomena geologi yang berumur sekitar 250 â 290 juta tahun (termasuk Zaman Perem Atas â Jura Awal). Fenomena geologi ini berupa fosil FloraâFauna Jambi yang terekam pada batuan gunungapi bersisipan sedimen laut (batu gamping â serpih gampingan).
Hasil penelitian paleomagnet menunjukkan Pulau Sumatera pada zaman Perem Atas â Jura awal (250 â 290 juta tahun lalu) berada pada 40â° di sebelah utara yang kemudian dari rekontruksi tektonik lempeng Sumatera pecah akibat benturan Benua India dengan Eurasia sehingga terseret dan berpindah dari Cathaysia melalui system patahan â patahan besar di Asia Timur dan Asia Tenggara. Lempengan inilah yang saling megunci pulau Sumatera dan menghasilkan keragaman geologi (Geodiversity) yang bernilai warisan geologi (Geoheritage). Sebagai mata rantai yang sangat penting antara provinsi paleoflora Cathaysian dan Euramerican yang ditunjukkan oleh elemen paleoflora yang dikandungnya.
âFlora Jambiâ merupakan salah satu inti penyebaran migrasi paleoflora ke seluruh dunia (Paleoflora Cina Utara lebih muda). Mintakat Sumatera bagian Barat dihuni oleh fauna air hangat dan âFlora Jambiâ berhubungan dengan paleoflora Cathaysian, sedangkan Mintakat Sumatera bagian Timur dihuni oleh fauna air dingin dan batuannya sama dengan Australia Barat Laut.
âFlora Jambiâ mengandung komponen flora Cathaysian dan flora Euramerican (Chaloner dan Creber, 1988) dan akhirâakhir ini ada kemungkinan mengandung elemenâelemen Gondwana juga. Hasil penemuanâpenemuan ini sangat penting untuk mengetahui evolusi benuaâbenua renik yang berasal dari Gondwana pada Zaman Paleozoikum Akhir dan Mesozoikum (IGCP 516 Project). Penelitian lebih terperinci tentang paleontology dan umur âFlora Jambiâ ini dilakukan oleh Pusat Survei Geologi dan Geological Research Institute â Naturalis Leiden, The Netherlands. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 kumpulan flora yaitu:
1. Flora lokal yang terdiri atas cordaites, pecopteris dan Calamites
2. Flora lokal dengan tambahan Macralethopteris
3. Kemungkinan mengandung Macralethopteris Sp II dengan campuran flora bersifat Cathaysian.
Flora ini membedakan antara sekumpulan flora overbank dengan flora system sungai teranyam (dengan pecopterids) dan flora kumpulan gosong pasir dengan system sungai teranyam (dengan Cordaites dan Calamites besar). Hal tersebut sudah jelas dari segi lingkungan pengendapan terutama pada endapan yang mengandung fosil. Fosil â fosil yang telah dikumpulkan yang mengandung karbon organic yang asli diharapkan dapat dilakukan penelitian dengan teknik yang baru terhadap cuticle dan stomata di masa mendatang.
Dengan demikian Fosil Flora Jambi tersebut memiliki nilai Geoheritage International dan perlu dilakukan konservasi untuk memberikan manfaat bagi banyak kalangan baik dari sisi akademisi maupun kepada masyarakat di sekitarnya. Universitas Jambi sebagai Pendidikan tinggi dengan sumberdaya yang mumpuni dapat berperan untuk mengembangkan potensi kawasan Geoheritage Merangin melalui pendirian Pusat Unggulan Iptek Geowisata Merangin. Sejauh ini belum ada lembaga pada perguruan tinggi yang fokus menangani bidang Geowisata. Hal ini terlihat sedikitnya riset â riset yang dihasilkan terkait bidang ini. PUI ini diharapkan sebagai pusat inovsi dan rujukan tata kelola serta model pengembangan ilmu pengetahuan lintas bidang ilmu yang berfungsi sebagai model implementasi program kampus merdeka dan merdeka belajar. PUI ini akan berdampak bagi ekonomi masyarakat dan menumbuhkan industri pedesaan berbasis agroindustri dan lingkungan.
Sebagai wujud komitmen akademisi dan untuk memfasilitasi wadah koordinasi dan kolaborasi bagi para peneliti, maka Universitas Jambi bermaksud mendirikan dan mengembangkan Pusat Unggulan Iptek (PUI) GEOWISATA MERANGIN (GEMAR). Pendirian PUI ini untuk mewujudkan visi Universitas Jambi yaitu menjadi a word class entrepreneurship university berbasis agroindustri dan lingkungan.
Article
DIGITALIZATION OF MENGKARANG GEOPARK MINIATURE UNIVERSITAS JAMBI AS AN EFFORT TO SUPPORT THE SUMMER COURSE PROGRAM
31 Mei 2026
Perkembangan ilmu pengetahuan di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 merupakan fenomena yang serba digital, termasuk ilmu kebumian. Konsep ini menggunakan ilmu pengetahuan berbasis kecerdasan buatan untuk kebutuhan pendidikan yang serba cepat dan nyaman. Kaitannya dengan bidang pendidikan ilmu kebumian adalah studi tentang fenomena bentang alam dan singkapan batuan sebagai hasil dari proses alamiah. Situasi Universitas Jambi yang jauh dari keberadaan singkapan batuan sebagai objek pembelajaran memberikan tantangan besar untuk dapat mengidentifikasi batuan yang ada dengan cepat. Keberadaan miniatur Geopark Mengkarang di Universitas Jambi dapat menjadi solusi yang efektif dalam pembelajaran di bidang kebumian. Sehingga, melalui
Baca SelengkapnyaPALEOVOLCANIC KARING RECONSTRUCTION IN THE MERANGIN JAMBI UNESCO GLOBAL GEOPARK TERRITORY BASED ON PETROLOGICAL AND GEOCHEMICAL APPROACH
31 Mei 2026
The presence of lava and pyroclastic sequences in the Karing River on the Merangin Jambi UNESCO Global Geopark territory provides information about the existence of ancient volcanoes. The absence of confirmed rock formations from the distribution of volcanic rock products that have been mapped nationally and also the shape of this ancient volcanic body, is an important reason for this research to be carried out using a petrological approach using petrography and XRF gochemical methods. Petrographic analysis is an appropriate method to determine the mineralogy consist, textures and particular textures, rock structures that are confirmed from field data. Meanwhile, a geochemical approach is used to determine rock oxide compounds.
Baca SelengkapnyaPERAN PERGURUAN TINGGI DALAM PEMBANGUNAN KEBERLANJUTAN GEOPARK DI UGGp MERANGIN JAMBI
31 Mei 2026
Perguruan tinggi merupakan satu aktor penting dalam pembangunan Geopark Merangin Jambi menjadi UNESCO Global Geopark Merangin Jambi. Pembangunan berkelanjutan di kawasan geopark melibatkan masyarakat lokal sebagai hal yang terpenting di dalam geopark. Perguruan tinggi dalam kegiatan tri dharma dapat diaplikasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyrakat yang terkait dengan geopark, dalam hal ini sebagai upaya edukasi dan konservasi warisan geologi yang ada di kawasan geopark. Pelaksanaan pengabdian melibatkan sivitas akademika Universitas Jambi, Badan Pengelola Geopark Merangin Jambi, Universitas Merangin, dan Pemerintah Kabupaten Merangin serta Pemerintah Provinsi Jambi. kegiatan pengabdian yang dilakukan seperti Geopark Goes to
Baca SelengkapnyaGeologi dan Lingkungan Pengendapan Batupasir Formasi Talang Akar Daerah Lubuk Mandarsah Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi
31 Mei 2026
Daerah Lubuk Mandarsah termasuk ke dalam Cekungan Sumatera Selatan Sub cekungan Jambi. Stratigrafi di daerah penyelidikan terdiri dari Formasi Lahat, Formasi Talangakar, Formasi Gumai, Formasi Airbenakat. Metodologi penelitian yang dilakukan adalah melakukan metoda pemetaan langsung dengan cara melakukan observasi lapangan untuk memetakan persebaran litologi pada daerah penelitian. Sebelum dilakukan observasi lapangan terlebih dahulu dilakukan analisis data sekunder yang didapatkan dari pustaka dan sumber-sumber lain yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan observasi lapangan secara detail, yang kemudian akan dibantu dengan pekerjaan laboratorium. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, pada formasi
Baca SelengkapnyaIMPLEMENTATION OF INTERNET OF THINGS (IoT) BASED ON GOOGLE SHEETS FOR WATER QUALITY MONITORING SYSTEM
31 Mei 2026
Temperature, pH, and total dissolved solid (TDS) are important indicators of water quality that affect various aspects. This research aims to develop a water quality monitoring system by implementing Internet of Things (IoT) technology based on Google Sheets. Based on the tests for each sensor - temperature, pH, and TDS - the results show that the system has an excellent level of measurement precision, with an average precision value of above 95%. The findings also indicate that Google Sheets can be utilized in IoT technology and can operate on more than one distinct computer device at the same time. The use of Google Sheets in IoT technology is highly effective, flexible, and user-friendly. The measured data can be automatically stored
Baca Selengkapnya
Memuat komentar...